Senin, 11 Oktober 2010

Menentukan Lokasi Usaha

Jika kita hendak mengembangkan jaringan bisnis, salah satu faktor yang paling vital adalah faktor lokasi bisnis dimana kita akan membuka kantor kita. Ketepatan sebuah lokasi sangat menentukan sukses tidaknya usaha kita. Jangan pernah kompromi dengan lokasi yang kurang bagus.
Kalau anda bingung memilih lokasi, ada baiknya anda bertanya kepada orang lain, jangan cuma 1 orang, tetapi tanyakanlah kepada beberapa orang mengenai lokasi yang cocok untuk produk anda, biasanya dari hasil tanya jawab dengan orang lain, terutama yang lebih berpengalaman, gambaran ideal di benak kita akan semakin terbuka.
Pastikan juga orang yang anda tanyakan merupakan orang yang tepat, dalam arti tidak subjektif ataupun memiliki kepentingan langsung dengan lokasi yang ditanyakan. Ada baiknya sebelum bertanya lebih jauh, pastikan anda clear dengan tujuan anda dalam mengembangkan bisnis, apakah untuk memperluas jaringan, melayani kebutuhan konsumen di daerah tersebut, untuk meng-capture market yang masih besar, untuk menjadi ujung tombak produk/usaha tertentu atau hal lainnya yang sesuai dengan tujuan bisnis anda.
Tanpa mengetahui tujuan yang jelas, anda akan menanyakan pertanyaan yang salah, kepada orang yang salah serta mendapatkan jawaban yang salah. Akibatnya kompetitor anda yang mungkin juga mengincar lokasi yang sama akan terlebih dahulu mengambil keputusan untuk membuka usaha/kantornya di sana.
Berikut adalah beberapa pertimbangan dalam memilih lokasi untuk usaha:
1. Tingkat Kepadatan penduduk & Tingkat pendapatan masyarakat calon konsumen.
Tingkat kepadatan penduduk berkaitan dengan jumlah penduduk disuatu area, apakah banyak atau tidak. Kalau misalnya disuatu darah perumahan, apakah misalnya penghuninya 1.000 kepala Keluarga atau 4.000 kepala keluarga, tentu berbeda kepadatannya, atau misalnya area disekitar kampus, ada berapa kampus disekitar area tersebut.
Ketahui dengan pasti tingkat pendapatan/ penghasilan penduduk disekitar area terseut. Karena hal ini berkaitan dengan daya beli masyarakat sekitar terhadap produk kita. Kalau daya belinya tinggi, kita bisa menjual produk yang agak berkualitas walau sedikit agak mahal, tetapi kalau daya belinya rendah, kita bisa menjual produk yang kualitasnya standar tetapi murah meriah, kalau warung kelontong bisa jual barang secara ketengan. Misalnya jual rokok per batang, bukan per bungkus.
Dengan mengetahui segment yang tepat, anda akan lebih mudah merencanakan produk apa yang tepat untuk anda fokuskan pada daerah tersebut.
2. Banyaknya usaha di tempat tersebut & Tingkat persaingan.
Untuk lokasi perdagangan, pasti banyak usaha di tempat tersebut. Biasanya kalau semakin banyak yang membuka usaha di area tersebut, semakin ramai. Karena terjadi sentralistik macam-macam usaha dalam satu lokasi, dan ini tentu menarik pelanggan yang jauh untuk datang berbelanja. contohnya mal atau plaza, atau sekitar pasar.
Jangan pernah gentar melihat banyaknya kompetitor yang ada di daerah tersebut. Pada prinsipnya “Ada gula, ada semut” dan dimana masih banyak semut berarti masih banyak terdapat gula. Banyaknya kompetitor merpakan indikasi jelas bahwa daerah/lokasi tersebut merupakan top-of-mind bagi para konsumen untk datang dan berbisnis dengan anda.
Tetapi jika usaha sejenis dengan anda sudah cukup banyak, serta anda masih belum memiliki kemampuan bersaing yang baik, maka anda bisa memepertimbangkan untuk lokasi dengan potensi yang lebih baik. Tetap ingat akan tujuan dan strategi bisnis anda, apakah untuk mengganjal kompetitor, memenuhi kebutuhan nasabah anda atau untuk penetrasi pasar.
3. Posisi tempat usaha & Traffic.
Perlu di lihat tempat tersebut. Biasanya kalau di mal lebih ramai pengunjung, tetapi harga sewa juga lebih mahal. Tetapi hati-hati dalam memilih mal, ada mal yang tidak ramai, sehingga bisa-bisa usaha kita malah tidak berkembang, mengingat saat ini semakin banyak mal yang bermunculan. Selain di mal, tempat di sekitar jalan raya juga bagus, dekat perempatan, pokoknya tempat yang mudah terlihat dan ramai dilalui orang.
Perhatikan juga flow kendaraan yang melalui tempat usaha tersebut, posisi Entrance dan Exit, posisi Lobby juga kemudahan bagi konsumen untuk mengakses lokasi anda.
Perhatikan traffiknya, apakah banyak orang lalu lalang atau tidak. Kalau tidak ramai pejalan kaki, apakah banyak kendaraan bermotor atau mobil yang lewat. Untuk usaha bengkel, tempat seperti ini masih layak di pakai. Perhatikan kendaraan yang melewati jalan di depan tempat usaha anda, kemana dan darimana kah arus lalu lintas tersebut berasal dan menuju, hal ini bisa menjadi pertimbangan mengenai layanan yang bisa anda berikan bagi pelanggan dan calon konsumen.
4. Keamanan dan akses parkir.
Faktor keamanan ini cukup penting. Karena kalau suatu tempat tidak begitu ramai tetapi rawan dari segi keamanan, bisa jadi meningkatkan pengeluaran sektor keuangan, karena ada biaya-biaya untuk pengamanan, belum lagi resikonya terhadap stok barang kita dan tempat suaha kita. Usahakan ada tempat parkir yang lega dan aman untuk kendaraan, apalagi jika usaha yang mau dibuka berupa rumah makan, karena kalau konsumen kesulitan mencari tempat parkir, atau parkir jauh dari lokasi usaha kita, tentu pelanggan tidak akan merasa aman dan ogah untuk kembali.
5. Pemilik/Penyewa sebelumnya
Pelajari dengan pasti siapa dan jenis usaha apa yang sebelumnya menempati tempat tersebut. Alasan mengapa mereka tidak melanjutkan sewa atau memindahkan bisnis mereka dari tempat tersebut. Apabila pemilik/penyewa tempat tersebut memiliki jenis usaha yang sama dengan anda, mungkin anda bisa memeprtimbangkan kembali untuk memilih tempat tersebut sebagai tempat usah anda. Namun jika anda yakin bahwa usaha anda bisa lebih baik dari pemilik/penyewa sebelumnya, maka anda bisa dengan percaya diri menempati lokasi tersebut. Ingat selalu tujuan awal anda membuka usaha di lokasi tersebut.
Dalam membuka usaha, perlu kehati-hatian, jangan terburu nafsu, dan melangkahlah dengan percaya diri. Jangan mudah percaya pada marketing property yang menjelaskan pada anda tentang prospek lokasi tersebut. Selalu look for second opinions, kalau bisa bahkan dari orang-orang yang tidak memiliki kepentingan langsung dengan lokasi tersebut, mis: Tukang Parkir, Penjaga Warung sekitar, Tetangga sekitar atau kenalan anda yang juga memilik usaha di sekitar lokasi.
Tentukan dan Ingat selalu akan tujuan anda dalam membuka tempat usaha, jangan mudah tergiur melihat opportunity yang bisa jadi berbeda dengan tujuan awal anda.
Lokasi yang tepat tidak menjamin keberhasilan usaha anda, masih ada banyak hal yang menetukan. Lokasi yang tepat akan membawa anda selangkah lebih dekat dengan Tujuan Usaha Anda.
Selamat memilih Lokasi!!

http://productiveproactive.wordpress.com/2010/07/01/menentukan-lokasi-usaha/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar